Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara
Terdapat beberapa versi mengenai
definisi Wireless Sensor Network yang dikemukakan oleh para ahli di dunia,
namun secara umum Wireless Sensor Network didefinisikan sebagai salah satu
jenis dari jaringan wireless atau nirkabel terdistribusi, yang memanfaatkan
teknologi sistem benam dan seperangkat node sensor untuk melakukan proses
sensor, monitoring, pengiriman data, dan penyajian informasi ke pengguna,
melalui komunikasi internet. Setiap sensor memiliki perangkat lunak dan
perangkat kerasnya masing masing, yang kemudian akan digabungkan dan dijalankan
ke dalam sistem Wireless Sensor Network.
Sebuah node sensor memiliki enam
buah komponen utama untuk dapat menjalankan fungsinya, berikut adalah enam
komponen tersebut:
1. Sensor
Sensor merupakan perangkat
elektronik yang bertugas untuk melakukan pemindaian pada sebuah lingkungan
ataupun objek fisik, yang nantinya akan diperoleh data-data dari keadaan objek
atau tempat tersebut.
2. Tranceiver
Tranceiver merupakan komponen
elektronik yang memadukan komponen Transmitter dan Tranceiver, untuk dapat
melakukan fungsi transmisi dan penerima sinyal.
3. Memory
External
Memory external merupakan komponen
tambahan untuk menyimpan data-data hasil pemindaian maupun penyimpanan proses
dan eksekusi oleh program dan sistem operasi.
4. Controller
Controller merupakan perangkat
elektronik yang berfungsi untuk melakukan pemrosesan data, kontrol kendali
terhadap fungsi dari komponen lainnya pada node sensor, serta menampilkan
tugas-tugas yang dikerjakan oleh komponen lainnyapada node sensor itu sendiri.
5. Power
Source
Power source merupakan sumber energi
listrik tambahan bagi node-node sensor pada WSN, agar dapat tetap beroperasi
dengan baik. Seperti yang diketahui nod esensor itu sendiri hanya mengandalkan
batere, untuk itu perlu adanya sumber energi listrik tambahan.
6. Analog
to Digital Converter (ADC)
Merupakan papan elektronik yang
berfungsi mengubah sinyal analog ke sinyal digital.
CIRI-CIRI WIRELESS SENSOR NETWORK
Sebagai
salah satu teknologi di dalam jaringan komputer, Wireless Sensor Network (WNS)
memiliki enam buah ciri yang membedakanya dengan jenis jaringan komputer
lainnya.Keenam buah ciri utama tersebut meliputi adanya minimal dua buah node
sensor, memiliki self Oganizing Nerwork (SON) adanya Self Network Maintenance
(SNM), pengiriman paket data secara broadcast, penggunaan Multi Hop Routing,
serta komunikasi yang dilakukan dalam jarak yang relative dekat.
1. Terdiri Atas Minimal Dua Buah Node
Sensor
Ciri pertama dari Wireless Sensor Network adalah terdiri atas minimal dua
buah node sensor yang saling terhubung satu sama lain, bersifat otonomi (tidak
ketergantungan terhadap server ), dapat melayani dirinya sendiri dan dapat ikut
melayani node sensor lainnya.
2. Self Organizing Network (SON)
Ciri ke dua dari adalah memiliki arti bahwa Wireless Sensor Network yang
terdiri atas sejumlah node sensor, memiliki kemampuan cerdas dalam bentuk
implementasi Artificial Inteligence (kecerdasan buatan) untuk dapat melakukan
proses perencanaan (planning), konfigurasi, manajemen, dan optimisasi terhadap
jaringan komputer yang di tempatinya.
3. Self Network Maintenance (SNM)
Ciri ketiga yang dimiliki oleh Self Network Maintenance (SNM) adalah
kemampuannya untuk melakukan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan jaringan
komputer yang ditempatinya oleh node sensor secara mandiri atau otonomi.
4. Pengiriman Paket Data Bersipat
Broadcast
Ciri keempat pada Wireless Sensor Network adalah adanya proses pengiriman
paket data Byang bersifat Broadcast.
5. Menggunakan Multi Hop Rauting
Ciri kelima pada Wireless Sensor Network adalah adanya kemampuan untuk
mengunakan Multi Hop Routing antar Node sensor di dalam pengiriman paket data
dari node sensor asal ke node sensor tujuan.
6. Komunikasi dilakukan dalam jarak yang
relative pendek
Ciri keenam pada Wireless Sensor Network adalah konikasi antara node sensor
di lakukan dalam jarak yang relative dekat.
Kompenen Node Sensor
1. Node Sensor
Node Sensor berfungsi sebagai node yang melakukan proses sensor terhadap
lingkungan di mana Wireless Sensor Network diimplementasikan, untuk memperoleh
sejumlah data, yang kemudian dikirimkan ke server secara online melalui internet.
2. Node Router
Node Router pada Wireless Sensor Network bekerja sebagaimana halnya Router
pada jaringan komputer umumnya. Node Rauter bertindak sebagai Router yang
bertugas untuk menentukan rute untuk pengiriman alamat dari sumber asal ke
alamat tujuan. Dalam hal ini Node Router memiliki tiga fungsi utama :
- Untuk membuat rute di dalam
pengiriman dan penerimaan paket data dari satu node sensor ke node sensor
lainnya.
- Untuk membuat rute di dalam
pengiriman dan penerimaan paket data dari node sensor ke database server
Wireless Sensor Network (WSN).
- Untuk membuat rute di dalam
pengiriman dan penerimaan paket data dari database server Wireless Sensor
Network (WNS) ke node sensor.
3. Node Gateway (Sink Node)
Di dalam jaringan komputer, Gateway di ibaratkan sebagai pintu keluar
masuknya data (baik dalam bentuk pesan, dokumen, dan file digital lainnya) dari
komputer asal ke komputer tujuan maupun sebaliknya.
Demiklian juga halnya dengan Node Gateway atau di sebut juga dengan Sink
Node. Node Gateway menjadi Node yang bertindak sebagai pintu gerbang keluar
masuk paket data yang dikirimkan oleh Node sensor dan di terima oleh
komputerpusat data (server).
TOPOLOGI untuk Wirelees Sensor Network
Topologi yang digunakan pada WSN ada
4 buah jenis topologi yakni, topologi star, topologi peer to peer, topologi
tree dan topologi mesh. Disini topologi mesh adalah topologi yang paling
kompleks dibandingkan topologi lainnya. Pada topologi mesh ini setiap komputer
saling terhubung satu sama lain, sehingga terdapat lebih dari satu kemungkinan
rute yang dapat dilewati oleh paket data dari komputer asal ke komputer tujuan.
Topologi mesh dibedakan menjadi dua macam, yaitu topologi mesh full dan
topologi mesh partial. Topologi mesh full menampilkan kompleksitas yang lebih
tinggi dibandingkan dengan topologi mesh partial, dimana semua komputer saling
terhubung satu sama lain, sedangkan pada partial hanya beberapa saja yang
saling terhubung.
Pengimplementasian Wireless Sensor
Network sangat banyak digunakan, terutama di luar negeri. Contohnya saja pada
saat menangkap ikan, di Jepang konsumsi ikan sangat banyak terutama ikan jenis
tongkol. Sedangkan jenis ikan tersebut sangat minim di lautan sekitar Jepang.
Nah, dengan Wireless Sensor Network Jepang mambuat sinyal yang dikirim melalui
laut untuk menarik perhatian ikan tongkol agar berenang di sekitar laut Jepang
dengan itu para nelayan akan mudah memburu ikan tersebut tanpa harus mencari
jauh-jauh ke laut lain.
Peran Wireless Sensor Network dengan
topologi adalah salah satunya berada di topologi star. Di dalam implementasi
topologi star pada Wireeless Sensor Network, implementasi diwujudkan dalam
bentuk penyeediaan sebuah node sensor sebagai node sensor pusat atau server,
untuk kemudian node sensor lainnya dihubungkan ke server. Semua komunikasi node
sensor harus melewati server terlebih dahulu.
Intregasi Wireless Sensor Network :
- Kemudahan
di dalam Kendali Jarak Jauh
- Dapat
dikolaborasi pada jaringan privat (intranet)
Macam-Macam
Topologi Jaringan Komputer Yang Di gunakan Di WSN
1. Topologi Star
Topologi ini membentuk seperti bintang karena semua komputer di hubungkan ke
sebuah hub atau switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch lah pusat dari
jaringan dan bertugas untuk mengontrol lalu lintas data, jadi jika komputer 1
ingin mengirim data ke komputer 4, data akan dikirim ke switch dan langsung di
kirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lain. Topologi jaringan inilah
yang paling banyak digunakan sekarang karena kelebihannya lebih banyak.
Kelebihan topologi ini adalah sangat
mudah mendeteksi komputer mana yang mengalami gangguan, mudah untuk melakukan
penambahan atau pengurangan komputer tanpa mengganggu yang lain, serta tingkat
keamanan sebuah data lebih tinggi, .
Kekurangannya topologi
jaringan komputer ini adalah, memerlukan biaya yang tinggi untuk
pemasangan, karena membutuhkan kabel yang banyak serta switch/hub, dan
kestabilan jaringan sangat tergantung pada terminal pusat, sehingga jika
switch/hub mengalami gangguan, maka seluruh jaringan akan terganggu.
2. Topologi Mesh
Pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam
jaringannya menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan
langsung mencapai komputer tujuan tanpa melalui komputer lain ataupun switch
atau hub.
Kelebihan/Keuntungan Topologi Mesh
- Keamanan yang dapat dikatakan baik
- Besar bandwith yang cukup lebar
- Tidak perlu khawatir mengenai tabrakan data
- Pengiriman dan pemrosesan data yang terbilang
cepat
Kekurangan/Kelemahan Topologi Mesh
- Biaya pemasangan yang besar
- Biaya yang cukup mahal karena menggunakan banyak
kabel dan port
- Instalasi dan konfigurasi yang rumit dan sulit
3. Topologi Tree
Kelebihan/Keuntungan Topologi Tree
- Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas
- Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalaahan
- Manajemen data yang baik
Kekurangan/Kelemahan Topologi Tree
- Kinerja yang lambat
- Hub menjadi peran penting
- Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan
banyak kabel dan hub
- Jika komputer yang ada di tingkat tinggi
mengalami masalah, maka komputer yang dibawahnya juga mengalami masalah
4. Peer too peer
adalah suatu sistem yang tidak hanya
menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling
berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalu lintas
komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidth yang intensif,dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server
pusat.