fungsi NETSTAT

Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara

hai teman- teman ..
ada tugas baru lagi ni dari matakuliah prak.Jaringan komputer tentang fungsi " netstat "
apa itu netstat ???
berikut penjelasannya ...

netstat (statistik jaringan) adalah alat baris perintah yang menampilkan koneksi jaringan (baik masuk dan keluar), tabel routing, dan sejumlah antarmuka jaringan (kartu jaringan atau perangkat lunak didefinisikan antarmuka jaringan) statistik protokol dan jaringan. Ini tersedia pada sistem operasi Unix-seperti termasuk OS X, Linux, Solaris, dan BSD, dan tersedia pada sistem operasi berbasis Windows NT termasuk Windows XP, Windows Vista, Windows 7 dan Windows 8.
pada praktikum kali ini menggunakan OS Windows . berikut tampilan pada Command Prompt :

netstat-n
netstat - a 1
netstat -a 2

Fungsi dan Peran Protokol ARP Dalam Jaringan Komputer

Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM   : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara

Protokol ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah protokol yang bertanggung jawab mencari tahu Mac Address atau alamat hardware dari suatu Host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN dengan memanfaatkan atau berdasarkan IP Address yang terkonfigurasi pada Host yang bersangkutan. Dalam OSI layer, protokol ini berkeja antara Layer 2 dan Layer 3.

Beberapa  fungsi serta peran dari Protokol ARP :



  1. Peran protokol ARP  sangatlah penting dalam jaringan, terutama dalam  komunikasi data yang terjadi dalam jaringan. Setiap host yang tergabung atau terhubung dalam sebuah jaringan LAN saling berkomunikasi menggunakan alamat fisik (Mac Address) dan tidak menggunakan alamat logis (IP Address).
  2. Jadi, mau tidak mau setiap sebuah Host yang ingin berkomunikasi dengan Host lain harus mengetahui Mac Address yang dimiliki oleh Host tujuannya tersebut.
  3. caranya yaitu ,pada tahapan transfer data. Sebelum sebuah data diberikan Mac address, terlebih dahulu data tersebut diberi alamat logis berupa IP Address. IP address yang ditambahkan ini merupakan IP address dari Host pengirim dan Host penerima.
  4. Baru kemudian menentukan alamat fisik atau Mac Address dari Host tujuan. Nah, apabila belum diketahui alamat fisiknya, mau tidak mau harus dicari terlebih dahulu. Disinilah peran protokol ARP, dengan memanfaatkan informasi IP address Host tujuan yang ada, maka Host pengirim melakukan pencarian dengan menugaskan Protokol ARP.
  5. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai cara kerja protokol ARP:


  • Awalnya protokol ARP melakukan pengiriman sebuah pesan yang sifatnya broadcast atau menyeluruh. Isi dari pesan tersebut berupa permaintaan sebuah alaman Mac Address suatu Host berdasarkan IP address setiap Host. Pesan permintaan ini dikirim secara menyeluruh ke semua Host yang tergabung dalam jaringan LAN.

  •  Setelah pesan tersebut sampai pada Host tujuan, maka Host tujuan akan membalas pesan tersebut dengan sebuah pesan balasan yang berisi alamat fisik atau Mac Address yang sesuai dengan IP address yang diminta tadi.

Bisa disimpulkan, protokol ARP ini bertugas dengan cara mem-filter setiap host yang tergabung dalam jaringan dan mencari tahu apa alamat Mac address dari IP address yang dimaksud. Jadi, bisa dikatakan bahwa protokol ARP ini bertuga sebagai penerjemah alamat logis berupa IP address menjadi alamat fisik yaitu Mac Address.


Berikut Cara untuk mencaritahu alamat Mac Address dari IP Address :


IFCONFIG PADA LINUX MELALUI TERMINAL



Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM   : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara




  Pada gambar tersebut adalah cara buat perintah ifconfig pada terminal linux.
 Ifconfig merupakan utilitas aplikasi open source yang tersedia pada semua sistem operasi Linux secara default. 

Fungsi dari perintah ifconfig sangat banyak sekali dan berkaitan dengan pengalamat pada jaringan komputer, terutama di Network Layer (menggunakan IP Address) antara lain: 

  • Untuk pengesetan IP Address secara manual pada komputer dan jaringan komputer anda
  • Untuk pengesetan alamat Subnet Mask pada komputer dan jaringan komputer Anda
  • Untuk pengesetan alamat Broadcast pada komputer dan jaringan komputer anda
  • Untuk mengecek alamat jaringan (MAC Address dan IP Address) secara bersamaan pada setiap perangkat keras kartu jaringan anda


Semua pengesetan dan pengaturan ini dilakukan melalui akses ke kernel Linux Anda dan tersimpan dengan baik pada sistem.

Installasi XAMPP Pada Linux

Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM   : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara


Selamat membaca...
kali ini kita akan membahas tata cara instalasi XAMPP di operating System Linux ..

Buka dimana  file installer Xampp ada di sana. Jika Anda telah memindah file Xampp dalam folder yang lain, maka pada terminal  juga harus masuk ke folder yang berisi file yang Xampp.

Buka Terminal lalu ketikan kode berikut ...

1 . Selanjutnya kita harus membuat executable pada file nstaller. Gunakan Perintah berikut :

chmod +x xampp-linux-x64-5.6.3-0-installer.run

2.  Instalasi membutuhkan hak istimewa root. Beralih ke user root. Anda perlu menyediakan password super user untuk menjadi user root. Super user adalah user account yang dibuat selama instalasi.

sudo -s -H

3. Jalankan file installer

./xampp-linux-x64-5.6.3-0-installer.run

4. Setelah file installer di jalankan, maka XAMPP versi terbaru menampilkan proses instalasi melalui grafis yang bagus, sama seperti pada saat kita melakukan instalasi Xampp pada windows. Klik next



5 . Centang semua komponen Xampp, Core Files dan Developer Files dan klik next



6. Direktori instalasi /opt/lapp klik next




7. Secara default BitNami untuk Xampp dipilih. Hapus tanda centang dan klik next




8. Sekarang Xampp telah ready untuk di install, klik Next 




9. Sekarang adalah proses menginstall Xampp pada ubuntu Anda.Tunggu beberapa menit.




10. Klik finish untuk menyelesaikan instalasi.





Sekian panduan cara installasi XAMPP pada operating system linux ..
Trimakasi ... dan selamat mencoba .. 

Linux Dan Perintah Dasar Pada Terminal

Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM   : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara

TERMINAL

Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, namun pengguna Linux merasakan dengan menggunakan shell ia dapat mengeksekusi perintah dengan lebih cepat dibandingkan dengan cara grafis dan masih sangat berguna hingga saat. Kali ini anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.
Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban berkas dan kenyataannya masih digunakan sebagai peramban berkas. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melayari berkas anda dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.
Konsole dapat dimulai dengan memilih K-menu->System->Konsole (Terminal Program) dari sistem menu Destop.


Perintah Ping Pada Terminal

Adapun cara kita dalam Tes Koneksi Internet Dengan Perintah Ping dengan perintah. Ping adalah sebuah utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas antar jaringan melalui sebuah protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) dengan cara mengirim sebuah paket Internet Control Message Protocol (ICMP) kepada alamat IP yang hendak diuji coba konektivitasnya. Nama Perintah “ping” diambil dari istilah sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi ping ketika menemukan sebuah objek.




Ping yang bagus akan menampilkan pesan “reply” pada layar monitor. tetapi jika menampilkan pesan “Request Time Out” berarti konektivitas antar dua komputer tidak terjadi. Kualitas koneksi dinilai berdasarkan besarnya waktu pergi – pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Berarti semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya.

Perintah TRACEROUTE

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Massage Protokokl (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.



Traceroute menggunakan prinsip TTL dan paket ICMP pengiriman sebuah paket data yang disebut dengan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request. Paket ICMP ini biasanya digunakan untuk mengirimkan informasi tentang kondisi jaringan antara dua host (komputer). Jika sebuah host menerima Echo Request ini, dia harus merespon dengan mengirimkan Echo Reply, dengan menempatkan Echo Request ke bagian data pada Echo Reply. Informasi berikutnya adalah Time To Live, setiap paket data yang dikirimkan melalui jaringan memiliki informasi yang disebut TTL, biasanya TTL ini diisi dengan angka yang relatif tinggi, (paket ping memiliki TTL 255). Setiap kali paket tersebut melewati sebuah router maka angka TTL ini akan dikurangi dengan satu, jika TTL suatu paket akhirnya bernilai 0, paket tersebut akan di
drop atau dibuang oleh router yang menerimanya. Menurut aturan RFC untuk IP, TTL harus bernilai 60 (dan untuk ping 255). Kegunaan utama dari TTL ini supaya paket-paket data yang dikirim tidak ‘live’ selamanya di dalam jaringan.Kegunaan yang lain, dengan informasi ini kita dapat mengetahui kira-kira berapa router yang dilewati oleh paket tersebut, dalam hal ini 255 dikurangi dengan N, dimana N adalah TTL yang kita lihat pada Echo Reply.

Traceroute mengirimkan sebuah paket ke port UDP yang tidak dipakai oleh servis lain pada komputer tujuan (defaultnya adalah port 33434). Untuk tiga paket pertama, traceroute mengirimkan paket yang memiliki TTL satu, maka sesampainya paket tersebut pada router pertama (menghasilkan loncatan yang pertama) TTL akan dikurangi dengan satu sehingga menjadi 0 kemudian paket tersebut akan di drop. Berikutnya router tersebut akan mengirimkan paket ICMP ke komputer kita yang berisi pemberitahuan bahwa TTL dari paket yang kita kirimkan sudah habis dan paket yang kita kirimkan di drop. Dari pesan ini, traceroute dapat menentukan nama router tempat data kita meloncat dan berapa waktu yang dibutuhkannya. Berikutnya traceroute akan mengirimkan paket dengan nilai TTL yang ditambah satu demi satu sampai host tujuan dicapai. Karena itu traceroute menggunakan port yang tidak dipakai oleh servis lain sehingga paket yang dikirim mendapat respon dan tidak ‘dimakan’ oleh servis lain yang mungkin ada.


WIRELEES SENSOR NETWORK (WSN)

Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM   : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara

 DEFINISI WSN

Terdapat beberapa versi mengenai definisi Wireless Sensor Network yang dikemukakan oleh para ahli di dunia, namun secara umum Wireless Sensor Network didefinisikan sebagai salah satu jenis dari jaringan wireless atau nirkabel terdistribusi, yang memanfaatkan teknologi sistem benam dan seperangkat node sensor untuk melakukan proses sensor, monitoring, pengiriman data, dan penyajian informasi ke pengguna, melalui komunikasi internet. Setiap sensor memiliki perangkat lunak dan perangkat kerasnya masing masing, yang kemudian akan digabungkan dan dijalankan ke dalam sistem Wireless Sensor Network.

Sebuah node sensor memiliki enam buah komponen utama untuk dapat menjalankan fungsinya, berikut adalah enam komponen tersebut:

1.      Sensor
Sensor merupakan perangkat elektronik yang bertugas untuk melakukan pemindaian pada sebuah lingkungan ataupun objek fisik, yang nantinya akan diperoleh data-data dari keadaan objek atau tempat tersebut.

2.      Tranceiver
Tranceiver merupakan komponen elektronik yang memadukan komponen Transmitter dan Tranceiver, untuk dapat melakukan fungsi transmisi dan penerima sinyal. 

3.      Memory External
Memory external merupakan komponen tambahan untuk menyimpan data-data hasil pemindaian maupun penyimpanan proses dan eksekusi oleh program dan sistem operasi.

4.      Controller
Controller merupakan perangkat elektronik yang berfungsi untuk melakukan pemrosesan data, kontrol kendali terhadap fungsi dari komponen lainnya pada node sensor, serta menampilkan tugas-tugas yang dikerjakan oleh komponen lainnyapada node sensor itu sendiri.

5.      Power Source
Power source merupakan sumber energi listrik tambahan bagi node-node sensor pada WSN, agar dapat tetap beroperasi dengan baik. Seperti yang diketahui nod esensor itu sendiri hanya mengandalkan batere, untuk itu perlu adanya sumber energi listrik tambahan.

6.      Analog to Digital Converter (ADC)
Merupakan papan elektronik yang berfungsi mengubah sinyal analog ke sinyal digital.

CIRI-CIRI WIRELESS SENSOR NETWORK

            Sebagai salah satu teknologi di dalam jaringan komputer, Wireless Sensor Network (WNS) memiliki enam buah ciri yang membedakanya dengan jenis jaringan komputer lainnya.Keenam buah ciri utama tersebut meliputi adanya minimal dua buah node sensor, memiliki self Oganizing Nerwork (SON) adanya Self Network Maintenance (SNM), pengiriman paket data secara broadcast, penggunaan Multi Hop Routing, serta komunikasi yang dilakukan dalam jarak yang relative dekat.

1.      Terdiri Atas Minimal Dua Buah Node Sensor
Ciri pertama dari Wireless Sensor Network adalah terdiri atas minimal dua buah node sensor yang saling terhubung satu sama lain, bersifat otonomi (tidak ketergantungan terhadap server ), dapat melayani dirinya sendiri dan dapat ikut melayani node sensor lainnya.

2.      Self Organizing Network (SON)
Ciri ke dua dari adalah memiliki arti bahwa Wireless Sensor Network yang terdiri atas sejumlah node sensor, memiliki kemampuan cerdas dalam bentuk implementasi Artificial Inteligence (kecerdasan buatan) untuk dapat melakukan proses perencanaan (planning), konfigurasi, manajemen, dan optimisasi terhadap jaringan komputer yang di tempatinya.

3.      Self Network Maintenance (SNM)
Ciri ketiga yang dimiliki oleh Self Network Maintenance (SNM) adalah kemampuannya untuk melakukan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan jaringan komputer yang ditempatinya oleh node sensor secara mandiri atau otonomi.

4.      Pengiriman Paket Data Bersipat Broadcast
Ciri keempat pada Wireless Sensor Network adalah adanya proses pengiriman paket data Byang bersifat Broadcast.

5.      Menggunakan Multi Hop Rauting
Ciri kelima pada Wireless Sensor Network adalah adanya kemampuan untuk mengunakan Multi Hop Routing antar Node sensor di dalam pengiriman paket data dari node sensor asal ke node sensor tujuan.

6.      Komunikasi dilakukan dalam jarak yang relative pendek
Ciri keenam pada Wireless Sensor Network adalah konikasi antara node sensor di lakukan dalam jarak yang relative dekat.

Kompenen Node Sensor

1.      Node Sensor
Node Sensor berfungsi sebagai node yang melakukan proses sensor terhadap lingkungan di mana Wireless Sensor Network diimplementasikan, untuk memperoleh sejumlah data, yang kemudian dikirimkan ke server secara online melalui internet.

2.      Node Router
Node Router pada Wireless Sensor Network bekerja sebagaimana halnya Router pada jaringan komputer umumnya. Node Rauter bertindak sebagai Router yang bertugas untuk menentukan rute untuk pengiriman alamat dari sumber asal ke alamat tujuan. Dalam hal ini Node Router memiliki tiga fungsi utama :

  • Untuk membuat rute di dalam pengiriman dan penerimaan paket data dari satu node sensor ke node sensor lainnya.

  •  Untuk membuat rute di dalam pengiriman dan penerimaan paket data dari node sensor ke database server Wireless Sensor Network (WSN).

  • Untuk membuat rute di dalam pengiriman dan penerimaan paket data dari database server Wireless Sensor Network (WNS) ke node sensor.


3.      Node Gateway (Sink Node)
Di dalam jaringan komputer, Gateway di ibaratkan sebagai pintu keluar masuknya data (baik dalam bentuk pesan, dokumen, dan file digital lainnya) dari komputer asal ke komputer tujuan maupun sebaliknya.
Demiklian juga halnya dengan Node Gateway atau di sebut juga dengan Sink Node. Node Gateway menjadi Node yang bertindak sebagai pintu gerbang keluar masuk paket data yang dikirimkan oleh Node sensor dan di terima oleh komputerpusat data (server).


TOPOLOGI untuk Wirelees Sensor Network

Topologi yang digunakan pada WSN ada 4 buah jenis topologi yakni, topologi star, topologi peer to peer, topologi tree dan topologi mesh. Disini topologi mesh adalah topologi yang paling kompleks dibandingkan topologi lainnya. Pada topologi mesh ini setiap komputer saling terhubung satu sama lain, sehingga terdapat lebih dari satu kemungkinan rute yang dapat dilewati oleh paket data dari komputer asal ke komputer tujuan. Topologi mesh dibedakan menjadi dua macam, yaitu topologi mesh full dan topologi mesh partial. Topologi mesh full menampilkan kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi mesh partial, dimana semua komputer saling terhubung satu sama lain, sedangkan pada partial hanya beberapa saja yang saling terhubung.
Pengimplementasian Wireless Sensor Network sangat banyak digunakan, terutama di luar negeri. Contohnya saja pada saat menangkap ikan, di Jepang konsumsi ikan sangat banyak terutama ikan jenis tongkol. Sedangkan jenis ikan tersebut sangat minim di lautan sekitar Jepang. Nah, dengan Wireless Sensor Network Jepang mambuat sinyal yang dikirim melalui laut untuk menarik perhatian ikan tongkol agar berenang di sekitar laut Jepang dengan itu para nelayan akan mudah memburu ikan tersebut tanpa harus mencari jauh-jauh ke laut lain.
Peran Wireless Sensor Network dengan topologi adalah salah satunya berada di topologi star. Di dalam implementasi topologi star pada Wireeless Sensor Network, implementasi diwujudkan dalam bentuk penyeediaan sebuah node sensor sebagai node sensor pusat atau server, untuk kemudian node sensor lainnya dihubungkan ke server. Semua komunikasi node sensor harus melewati server terlebih dahulu.
Intregasi Wireless Sensor Network :

-          Kemudahan di dalam Kendali Jarak Jauh
-          Dapat dikolaborasi pada jaringan privat (intranet)


Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer Yang Di gunakan Di WSN


1. Topologi Star
Topologi ini membentuk seperti bintang karena semua komputer di hubungkan ke sebuah hub atau switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch lah pusat dari jaringan dan bertugas untuk mengontrol lalu lintas data, jadi jika komputer 1 ingin mengirim data ke komputer 4, data akan dikirim ke switch dan langsung di kirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lain.  Topologi jaringan  inilah yang paling banyak digunakan sekarang karena kelebihannya lebih banyak.

Kelebihan topologi ini adalah sangat mudah mendeteksi komputer mana yang mengalami gangguan, mudah untuk melakukan penambahan atau pengurangan komputer tanpa mengganggu yang lain, serta tingkat keamanan sebuah data lebih tinggi, .
Kekurangannya topologi jaringan komputer ini adalah, memerlukan biaya yang tinggi untuk pemasangan, karena membutuhkan kabel yang banyak serta switch/hub, dan kestabilan jaringan sangat tergantung pada terminal pusat, sehingga jika switch/hub mengalami gangguan, maka seluruh jaringan akan terganggu.

2. Topologi Mesh

Pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan langsung mencapai komputer tujuan tanpa melalui komputer lain ataupun switch atau hub.

Kelebihan/Keuntungan Topologi Mesh 
  • Keamanan yang dapat dikatakan baik 
  • Besar bandwith yang cukup lebar
  • Tidak perlu khawatir mengenai tabrakan data
  • Pengiriman dan pemrosesan data yang terbilang cepat 
 Kekurangan/Kelemahan Topologi Mesh 
  • Biaya pemasangan yang besar
  • Biaya yang cukup mahal karena menggunakan banyak kabel dan port
  • Instalasi dan konfigurasi yang rumit dan sulit

3. Topologi Tree

 Kelebihan/Keuntungan Topologi Tree 
  • Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas 
  • Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalaahan
  • Manajemen data yang baik 
 Kekurangan/Kelemahan Topologi Tree
  • Kinerja yang lambat
  • Hub menjadi peran penting
  • Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan banyak kabel dan hub
  • Jika komputer yang ada di tingkat tinggi mengalami masalah, maka komputer yang dibawahnya juga mengalami masalah
4. Peer too peer

adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalu lintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidth yang intensif,dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat.

Layer Pada TCP / IP, Wireless Sensor Networking , dan Cloud Computing

Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM   : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara


1. Macam-macam Layer pada TCP/IP

Physcal Layer
Physical Layer merupakan layer terbawah pada pemodelan layer TCP/IP. Physical Layer berkaitan dengan koneksi wired (kabel) pada jaringan komputer dan berhubungan dengan fisik dari jaringan komputer, yang mencakup perangkat keras penghubung pada jaringan komputer, pensinyalan, bit data, transimisi data dalam bentuk analog dan digital,serta media transmisi di dalam jaringan komputer. Pada Physical Layer, paket data disebutn dengan bit. Physical Layer mempunyai sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer, diantaranya :

– Menjadi media transmisi secara fisik pada jaringan komputer, termasuk juga didalamnya transmisi digital dan analog.
– Berperan di dalam proses topologi jaringan.
– Berperan didalam proses pensinyalan (digital dan analog)
– Berperan di dalam proses bit data, sinkronasi bit data, bit rate.
– Terkait dengan koneksi wired pada Physical Layer, maka Physical Layer juga berperan di dalam proses pengabelan (misal dengan RG 45)

Link Layer
Link Layer (Data Link/ Network Access) merupakan layer terbawah setelah Physical Layer pada pemodelan layer TCP/IP. Link Layer berfungsi untuk menjelaskan protokol yang digunakan pada topologi jaringan, interface yang digunakan, flow control dan sebagainya. Secara umum layer ini berfungsi untuk mendefinisikan beragam metode di didalam jaringan ke dalam lingkup link lokal jaringan pada komputer yang sedang berkomunikasi. Pada layer ini, unit data disebut dengan frame, yang terdiri dari atas Frame Header, Frame Data dan Frame Footer. Link Layer (Data Link/Network Access) dapat disertakan dengan Physical Layer dan Data Link Layer pada pemodelan Layer OSI.

Internet Layer
Internet Layer yaitu layer di lapis kedua yang berfungsi untuk pergantian datagram pada jaringan. Layer ini menyediakan interface jaringan yang seragam, dengan menyembunyikan topologi yang digunakan. Selain itu, layer ini juga mengurusi pengalamatan dan routing. Itu sebabnya pada layer ini terdapat IP header dan Ip data. Internet layer dapat disertakan dengan Network Layer pada pemodelan Layer OSI.

Transport Layer
Transport Layer yaitu layer di lapis ketiga berfungsi untuk menyediakan konektivitas antarproses (end to end service) channel pergantian data untuk aplikasi, transmisi end to end message dengan menggunakan protokol TCP (untuk conncetion oriented) dan UDP (untuk connectionless). Transport Layer dapat disertakan dengan Transport Layer pada pemodelan layer OSI.

Aplication Layer
 Aplication Layer yaitu layer di lapis teratas yang berfungsi untuk komunikasi data antar aplikasi dan komputer (dalam hal ini disebut peer). Beberapa protokol jaringan berjalan di layer ini, antara lain SMTP, HTTP, FTP. Aplication Layer setara dengan Session Layer, Presentation Layer, dan Aplication Layer pada pemodelan layer OSI.
Keempat bagian layer pada pemodelan layer TCP/IP versi umum beserta dengan penjelasannya masing-masing tersebut, dapat diilustrasikan melalui gambar dibawah ini (dilengkapi dengan sejumlah protokol dan atau aplikasi-aplikasi pada jaringan komputer untuk setiap layer tersebut)


2. wireless sensor network dan kaitannya dengan internet of things

                secara umum Wireless Sensor network (WSN) di definisikan sebagai salah satu jenis dari jaringan wireless (nirkabel) terdistribusi,yang memanfaatkan teknologi Embedded system  (sistem benam ) dan seperangkat node sensor untuk melakukan proses sensor, monitoring,pengiriman data, dan penyajian informasi ke pengguna ,melalui komunikasi internet .
        
                peranan Internet Of Thigs (IOT) pada WSN. IOT menyediakan konsep dan teknologi dimana pengguna WSN dapat mengendalikan node sensor,memantau kondisi node sensor, memantau lingkungan sekitar,memperoleh data dan informasi,melalui perangkat mobile dan perangkat terhubung lainnya pada jaringan internet.


                Salah satu bagian dari IOT adalah WOT (Web Of Things). Ini berarti setiap pengguna WSN dapat melakukan kendali dan pemantauannya menggunakan aplikasi web browser. Mereka pada platform web. Satu atau sejumlah node sensor melakukan pemindaian pada wilayah yang di tuju,kemudian data di kirim ke server  untuk di olah. Sementara itu pengguna dapat memeantau dan memperoleh data serta informasi melalui mobile dan komputer dengan cepat dan mudah. Baik pada aplikasi mobile,aplikasi berbasis web,maupun aplikasi desktop.  setiap jenis sensor memiliki perangkat lunak (aplikasi , sistem oerasi) dan perangkat keras masing-masing,yang kemudian akan digabungkan dan di jalankan ke dalam sistem  Wireless Sensor Network (WSN).

3. Cloud computing beserta 3 jenis layanan nya.


Cloud computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial.

Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

Berikut ini adalah beberapa jenis layanan cloud computing:

Software as a Service (SaaS). Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui yahoo mail, hotmail, google search, bing, atau msn messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah google docs ataupun microsoft office web applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet. Semua layanan dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh seorang pengguna, termasuk kedalam kategori Software as a Service (SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.

Paltform as a Service (PaaS). Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, dimana aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS). Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema tersebut kemudian kita deploy ke server-server milik penyedia jasa PaaS. penyedia PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sampai menyediakan sistem operasi diatasnya.

Infrastructure as a Service (IaaS). Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia jasa PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanan Infrastructure as a Service (IaaS). Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti processor, memori, dan storage yang sudah tervirtualiasi. Akana tetapi, penyedia layanan tidak memasang aplikasi diatasnya. Pemilihan sistem operasi, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berapda pada kendali kita.

Perbedaan SaaS, PaaS, dan IaaS.
Perbedaan pada ketiga jenis layanan diatas, dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud computing maupun customer. Pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen benar benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yang disediakan. Pada PaaS, penyedia layanan bertanggung jawab mengelola networking hingga runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawab membuat aplikasi dan juga skema databasenya. Sedangkan pada IaaS, penyedia layanan bertanggung jawab pada networking hingga virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab pada sistem operasi.

Kesimpulan
Dengan cloud computing, konsumen membebaskan diri dari tanggung jawab untuk mengelola stack sumber daya komputasi. Levelnya mulai dari SaaS ketika kita benar-benar bebas, PaaS ketika kita masih harus membuat aplikasi, dan IaaS dimana kita juga masih harus sibuk dengan sistem operasi.(Info Komputer)