Nama : Lalu Sulistiawan Akbar
NIM : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara
1. Macam-macam Layer pada TCP/IP
NIM : 1401010041
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Kampus : STMIK Primakara
1. Macam-macam Layer pada TCP/IP
Physcal Layer
Physical Layer merupakan layer terbawah pada pemodelan
layer TCP/IP. Physical Layer berkaitan dengan koneksi wired (kabel) pada
jaringan komputer dan berhubungan dengan fisik dari jaringan komputer, yang
mencakup perangkat keras penghubung pada jaringan komputer, pensinyalan, bit
data, transimisi data dalam bentuk analog dan digital,serta media transmisi di
dalam jaringan komputer. Pada Physical Layer, paket data disebutn dengan bit.
Physical Layer mempunyai sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer,
diantaranya :
– Menjadi media transmisi secara fisik pada jaringan komputer, termasuk juga didalamnya transmisi digital dan analog.
– Berperan di dalam proses topologi jaringan.
– Berperan didalam proses pensinyalan (digital dan analog)
– Berperan di dalam proses bit data, sinkronasi bit data, bit rate.
– Terkait dengan koneksi wired pada Physical Layer, maka Physical Layer juga berperan di dalam proses pengabelan (misal dengan RG 45)
Link Layer
Link Layer (Data Link/ Network Access) merupakan layer
terbawah setelah Physical Layer pada pemodelan layer TCP/IP. Link Layer
berfungsi untuk menjelaskan protokol yang digunakan pada topologi jaringan,
interface yang digunakan, flow control dan sebagainya. Secara umum layer ini
berfungsi untuk mendefinisikan beragam metode di didalam jaringan ke dalam
lingkup link lokal jaringan pada komputer yang sedang berkomunikasi. Pada layer
ini, unit data disebut dengan frame, yang terdiri dari atas Frame Header, Frame
Data dan Frame Footer. Link Layer (Data Link/Network Access) dapat disertakan
dengan Physical Layer dan Data Link Layer pada pemodelan Layer OSI.
Internet Layer
Internet Layer yaitu layer di lapis kedua yang
berfungsi untuk pergantian datagram pada jaringan. Layer ini menyediakan
interface jaringan yang seragam, dengan menyembunyikan topologi yang digunakan.
Selain itu, layer ini juga mengurusi pengalamatan dan routing. Itu sebabnya
pada layer ini terdapat IP header dan Ip data. Internet layer dapat disertakan
dengan Network Layer pada pemodelan Layer OSI.
Transport Layer
Transport Layer yaitu layer di lapis ketiga berfungsi
untuk menyediakan konektivitas antarproses (end to end service) channel
pergantian data untuk aplikasi, transmisi end to end message dengan menggunakan
protokol TCP (untuk conncetion oriented) dan UDP (untuk connectionless).
Transport Layer dapat disertakan dengan Transport Layer pada pemodelan layer
OSI.
Aplication Layer
Aplication Layer yaitu layer di lapis
teratas yang berfungsi untuk komunikasi data antar aplikasi dan komputer (dalam
hal ini disebut peer). Beberapa protokol jaringan berjalan di layer ini, antara
lain SMTP, HTTP, FTP. Aplication Layer setara dengan Session Layer,
Presentation Layer, dan Aplication Layer pada pemodelan layer OSI.
Keempat bagian layer pada pemodelan layer TCP/IP versi umum beserta dengan
penjelasannya masing-masing tersebut, dapat diilustrasikan melalui gambar
dibawah ini (dilengkapi dengan sejumlah protokol dan atau aplikasi-aplikasi
pada jaringan komputer untuk setiap layer tersebut)
2. wireless
sensor network dan kaitannya dengan internet of things
secara umum Wireless Sensor
network (WSN) di definisikan
sebagai salah satu jenis dari jaringan wireless (nirkabel) terdistribusi,yang
memanfaatkan teknologi Embedded
system (sistem benam ) dan seperangkat node sensor untuk melakukan proses sensor,
monitoring,pengiriman data, dan penyajian informasi ke pengguna ,melalui
komunikasi internet .
peranan Internet Of Thigs (IOT) pada WSN. IOT menyediakan konsep dan teknologi
dimana pengguna WSN dapat mengendalikan node sensor,memantau kondisi node
sensor, memantau lingkungan sekitar,memperoleh data dan informasi,melalui
perangkat mobile dan perangkat terhubung lainnya pada jaringan internet.
Salah satu bagian dari IOT adalah WOT (Web Of Things). Ini berarti
setiap pengguna WSN dapat melakukan kendali dan pemantauannya menggunakan
aplikasi web browser. Mereka pada platform web. Satu atau sejumlah node sensor
melakukan pemindaian pada wilayah yang di tuju,kemudian data di kirim ke server untuk di olah. Sementara itu
pengguna dapat memeantau dan memperoleh data serta informasi melalui mobile dan
komputer dengan cepat dan mudah. Baik pada aplikasi mobile,aplikasi berbasis
web,maupun aplikasi desktop. setiap jenis sensor memiliki perangkat lunak
(aplikasi , sistem oerasi) dan perangkat keras masing-masing,yang kemudian akan
digabungkan dan di jalankan ke dalam sistem Wireless Sensor Network (WSN).
3. Cloud
computing beserta 3 jenis layanan nya.
Cloud computing mungkin masih
samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era
digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan
sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial.
Secara umum, definisi cloud
computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer
(komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan)
yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer
– komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang
terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi komputer berbasis
sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai
pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini
mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan
mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer
dengan akses internet.
Berikut ini adalah beberapa jenis layanan
cloud computing:
Software as a Service (SaaS).
Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud
computing melalui yahoo mail, hotmail, google search, bing, atau msn messenger.
Contoh lain yang cukup populer adalah google docs ataupun microsoft office web
applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet. Semua
layanan dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh
seorang pengguna, termasuk kedalam kategori Software as a Service (SaaS).
Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.
Paltform as a Service (PaaS). Sering
terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi
kebutuhan kebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, dimana
aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis
kita. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan layanan yang disebut Platform as
a Service (PaaS). Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita
inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema tersebut kemudian kita
deploy ke server-server milik penyedia jasa PaaS. penyedia PaaS sendiri
menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka
secara virtualisasi sampai menyediakan sistem operasi diatasnya.
Infrastructure as a Service
(IaaS). Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh PaaS tidak sesuai
dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan
konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia jasa PaaS.
Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanan Infrastructure as a
Service (IaaS). Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya
komputasi seperti processor, memori, dan storage yang sudah tervirtualiasi.
Akana tetapi, penyedia layanan tidak memasang aplikasi diatasnya. Pemilihan
sistem operasi, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berapda pada
kendali kita.
Perbedaan SaaS, PaaS, dan IaaS.
Perbedaan pada ketiga jenis
layanan diatas, dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yang
dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud computing maupun customer.
Pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen
benar benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yang disediakan. Pada PaaS,
penyedia layanan bertanggung jawab mengelola networking hingga runtime.
Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawab membuat aplikasi dan juga skema
databasenya. Sedangkan pada IaaS, penyedia layanan bertanggung jawab pada
networking hingga virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab pada
sistem operasi.
Kesimpulan
Dengan cloud computing,
konsumen membebaskan diri dari tanggung jawab untuk mengelola stack sumber daya
komputasi. Levelnya mulai dari SaaS ketika kita benar-benar bebas, PaaS ketika
kita masih harus membuat aplikasi, dan IaaS dimana kita juga masih harus sibuk
dengan sistem operasi.(Info Komputer)



0 Komentar